Sabet Juara 1 Karnaval HUT RI ke-81, Replika Tank Baja Jadi Prima Dona Desa Leuwinutug

BOGOR – Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di wilayah Desa Leuwinutug, Kabupaten Bogor berlangsung amat spektakuler dan penuh daya kreatif pada Senin, 17 Agustus 2026.

Ratusan warga yang tersebar di 6 RT di lingkungan RW 01 tumpah ruah menggelar aksi karnaval budaya nan megah, menampilkan deretan karya replika alutsista hingga maskot bernuansa kritik sosial.

​Sejak pagi hari, lapangan di dekat Kantor Desa Leuwinutug sudah dipadati warga yang antusias mengikuti jalannya pawai. Ketertarikan publik memuncak saat rombongan parade melintas membawa replika kendaraan tempur lapis baja berukuran raksasa yang meniru spesifikasi Tank CFL Karpat Harimau 120.

Tak hanya tank baja, berbagai karya unik seperti replika helikopter tempur hingga traktor pertanian turut meramaikan barisan karnaval RW 01.

​Ketua Pemuda sekaligus Tokoh Masyarakat setempat, Ari Santoso, mengungkapkan bahwa proses pembuatan replika tank baja raksasa tersebut membutuhkan perjuangan keras dan dedikasi tinggi dari para pemuda RW 01.

​”Kerja keras ini dimotori oleh tim yang beranggotakan 8 orang dengan menggunakan dresscode Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat karnaval kali ini. Kami menghabiskan waktu proses pembuatan selama satu bulan penuh. Yang paling membanggakan, seluruh biaya dan material murni menggunakan dana pribadi tanpa membebankan masyarakat luas,” ujar Ari Santoso di sela-sela kegiatan parade, Senin (17/8).

​Kreativitas warga tidak berhenti di situ. Masing-masing RT di lingkungan RW 01 tampil unjuk gigi dengan konsep yang beragam dan sarat pesan. Di sudut barisan lain, warga menampilkan replika Rudal militer, Monumen Nasional (Monas), Lambang Negara Garuda Pancasila, hingga replika “Tikus Koruptor” sebagai bentuk sindiran terhadap isu korupsi.

​Ketua RT 001, Maulana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan warga serta kegigihan para pemuda yang mampu menghadirkan tontonan megah bagi masyarakat luas.

​”Saya sangat mengapresiasi kerja keras seluruh warga dan pemuda RT 001 serta RT lainnya di lingkungan RW 01. Antusiasme masyarakat luar biasa. Ini bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan jiwa patriotisme warga kami masih sangat membara dalam memperingati Hari Kemerdekaan,” tutur Maulana.

​Dibalik kemegahan dan kemeriahan karnaval yang menyedot perhatian warga tersebut, terselip nada kekecewaan mendalam terhadap pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Leuwinutug.

Pasalnya, pesta rakyat serba mewah dan kreatif ini murni lahir dari inisiatif, kerja keras, serta swadaya dana masyarakat RW 01 tanpa sentuhan bantuan maupun dukungan dari pihak Pemdes.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua RW 01, Ujang Nedi, menegaskan bahwa kemandirian warga ini menjadi bukti nyata kekuatan masyarakat di tingkat akar rumput, sekaligus menjadi koreksi keras bagi jajaran aparatur desa.

​”Seluruh rangkaian acara dan karya-karya luar biasa yang dipamerkan hari ini adalah murni hasil inisiatif dan kemandirian warga RW 01. Sangat disayangkan, perayaan semeriah ini berjalan tanpa adanya perhatian maupun bantuan dari pihak Pemdes Leuwinutug. Tentu ini menjadi catatan sekaligus sindiran terbuka agar Pemdes ke depan lebih peka dan hadir mendukung kegiatan positif warganya,” tegas Ujang Nedi.

​Meski digelar tanpa sokongan dana pemerintah desa, kemeriahan karnaval HUT RI ke-81 di RW 01 Desa Leuwinutug ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi warga untuk mengekspresikan rasa cinta tanah air secara megah, kreatif, dan mandiri.

Akhirnya, tim karnaval dari RT 001 memenangkan juara 1 untuk reflika Tank Bajanya. Ari Santoso selaku ketua pemuda RT 001 menerima hadiah untuk juara karnaval, yang langsung diserahkan oleh Ketua RW 001, Ujang Nedi.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *