Bandung,Cakrawalainfo.net – Langkah nyata akselerasi investasi dan pengelolaan lingkungan berbasis energi terbarukan di Jawa Barat resmi dimulai.
Berlokasi di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka, telah dilaksanakan acara Groundbreaking (Peletakan Batu Pertama) infrastruktur Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pengembangan Waste to Energy di Jawa Barat.
Agenda strategis nasional tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Turut hadir jajaran kementerian dan lembaga terkait, perwakilan negara sahabat seperti Jepang, Belanda, dan Jerman, serta lembaga donor internasional yang meliputi JICA, IFC, ADB, dan World Bank, hingga jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat.
Memenuhi undangan resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, juga hadir secara langsung. Kadin Jawa Barat secara konsisten berdiri di barisan depan untuk mengawal dan memastikan iklim investasi di wilayah Tatar Pasundan tetap kondusif, aman, serta dapat terealisasi secara nyata demi kemajuan ekonomi daerah.
Kehadiran PSEL Legok Nangka dipandang bukan sekadar solusi atas persoalan pengelolaan sampah yang selama ini dihadapi wilayah Bandung Raya dan sekitarnya, melainkan juga menjadi tonggak sejarah penting masuknya investasi hijau berbasis teknologi tinggi di Jawa Barat.
Di bawah kepemimpinan Almer Faiq Rusydi, Kadin Jawa Barat aktif menjembatani sinergi strategis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha pelaksana, yakni Sumitomo Corporation.
Momen peletakan batu pertama ini ditegaskan sebagai sinyal positif bagi peta investasi Indonesia di mata dunia. Realisasi peletakan batu pertama PSEL Legok Nangka hari ini adalah bukti konkret bahwa Jawa Barat adalah rumah yang aman, ramah, dan sangat potensial bagi investasi skala global.
” Kadin Jawa Barat berkomitmen penuh untuk terus mengawal setiap tahap investasi strategis ini, mulai dari proses perencanaan hingga implementasi riil di lapangan,” ujar Almer Faiq Rusydi di sela-sela acara.
Pengembangan fasilitas Waste to Energy di TPPAS Regional Legok Nangka ini melibatkan konsorsium global dan lokal yang kuat, didukung penuh oleh penjaminan infrastruktur nasional serta keterlibatan berbagai lembaga keuangan terkemuka dunia.
” Skema kolaborasi lintas sektor ini memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu destinasi utama investasi berkelanjutan di Asia Tenggara,” jelasnya.
Kadin Jawa Barat menilai keberhasilan eksekusi proyek berteknologi ramah lingkungan ini memberikan optimisme tinggi bagi para investor global mengenai solidnya iklim usaha di Jawa Barat.
” Pengawalan ketat dan keberpihakan Kadin Jabar terhadap kepastian hukum serta kemudahan berusaha menjadi kunci utama dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan para penanam modal asing maupun domestik,” tukasnya.
Dengan dimulainya pembangunan fisik PSEL Legok Nangka, Kadin Jawa Barat optimistis bahwa proyek ini tidak hanya efektif menyelesaikan permasalahan sampah lingkungan dan menghasilkan energi bersih secara berkelanjutan, tetapi juga siap menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Jawa Barat.
“Dampak positif tersebut akan dirasakan langsung melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta pelibatan aktif pelaku dunia usaha di daerah, ” pungkasnya.













